green apple tea mixed with coffee
Hari itu. Kamu duduk diruang tamu aku. Baju seragam kamu, putih-abu, masih melekat seperti biasa di badan kamu yang kurus. Celana abu-abu yang kamu pake saat itu, sangat sempit sekali. Aku ingat, kamu senang celana sempit itu, tapi kamu selalu ngeluh, karena kalau kamu main bola, pasti celana itu sobek.
Aku, tau kamu kehausan, tapi kamu gak mau bilang untuk minta minum. Aku tanya kamu. ‘Kamu mau minum apa?’, kamu cuman jawab ‘terserah’. Padahal dia tau, aku paling gak bisa kalau terima jawaban ‘terserah’. Aku mondar-mandir di dapur. Bingung. Aku takut kamu gak suka minuman bikinan aku. Aku takut kalo bikinan aku bikin kamu sakit perut, sakit tenggorokan, serak, atau apapun. Aku gak mau bikin kamu sakit, sedikitpun.
Akhirnya, aku ngambil satu sachet es kopi instant di lemari dapur. Aku campur serbuk coklat aku dengan air di kulkas, aku kocok-kocok dengan shaker, aku pastikan, serbuk-serbuknya sudah larut semua. Aku gak mau bikin tenggorokan kamu bermasalah.
Kamu, minum es kopi buatan aku. Kamu bilang rasanya aneh. Sebelumnya aku udah tebak, kalau kamu bakal bilang kalau minuman itu aneh. Aku bawa green apple tea buatan aku tadi pagi ke ruang tamu, aku nawarin kamu, kamu minum, satu teguk. Kamu gak komentar tentang tea buatan aku itu.
Kamu senyum, senyuman terlebar yang pernah aku liat. Bikin aku bahagia liatnya, bikin aku makin sayang sama kamu. Dengan spontan, kamu menuangkan es kopi itu ke morning green apple tea aku. Baunya berubah. Campuran bau kopi abal-abal dan apple tea. Kombinasi yang aneh.
Aku mengendus bau minuman yang sekarang buatan kamu itu. Kamu nantangin aku, untuk minum 4 teguk minuman itu, tanpa ambil nafas. Kamu ngelakuin itu dengan mudah, aku perhatiin wajah kamu. Kamu bermimik, mimik yang mengartikan kalau minuman itu jauh dari kriteria untuk segelas minuman. Aku makin gak yakin buat neguk minuman itu. Tapi, demi ngebuktiin ke kamu. Aku minum itu, rasanya nyegak banget. Campuran dari rasa dan aroma kopi yang kamu campurin itu, bikin morning tea aku lebih mirip dengan kotoran kucing baunya. Rasanya, ga jauh dari cheesecake favorit aku yang udah kelamaan ditaruh diruang lembap, asam dan pahit.
Tapi. Walaupun hari itu, aku minum minuman aneh itu. Aku bahagia, bahagia seutuhnya karena udah liat senyum terlebar kamu dan ngedenger ketawa kamu yang khas, kayak suara anak kecil kena flu yang baru tumbuh jakun. Aku seneng banget dengernya.
Bahagiaku hari ini: Green apple tea mixed with coffe made by Dezan